Oplus_131072

Rencana perluasan jaringan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta yang menghubungkan wilayah DKI Jakarta dengan Banten kini memasuki babak baru. PT MRT Jakarta (Perseroda) mengonfirmasi bahwa studi kelayakan (feasibility study) untuk rute perpanjangan ke Tangerang Selatan (Tangsel) maupun Kabupaten Tangerang tengah berjalan dengan melibatkan mitra pengembang swasta.

Untuk koridor Lebak Bulus menuju Serpong, kajian teknis difasilitasi oleh Sinarmas Land. Direktur Pengembangan Bisnis MRT Jakarta, Farchad Mahfud, mengungkapkan bahwa proses analisis rute tersebut ditargetkan rampung pada akhir tahun ini.

“Fokus kami saat ini adalah menyelesaikan joint study bersama Sinarmas Land yang ditargetkan selesai akhir tahun,” ujar Farchad saat ditemui di Transport Hub, Jakarta Pusat.

Secara gambaran umum, rute Lebak Bulus–Serpong dirancang membentang sepanjang 22 kilometer. Jalur ini direncanakan menampung 10 titik stasiun pemberhentian dan satu depo. Jika terwujud, waktu tempuh dari Jakarta Selatan menuju Tangerang Selatan diperkirakan hanya memakan waktu sekitar 36 menit.

Meski demikian, pihak MRT Jakarta menekankan bahwa titik lokasi stasiun dan lintasan persisnya masih belum bersifat final. Penentuan rute akhir sangat bergantung pada kelayakan finansial agar skema pendanaannya dapat didukung penuh oleh pihak swasta secara independen (fully private fund).

Kerja Sama dengan Tujuh Pengembang untuk Rute Balaraja

Selain koridor Tangsel, pergerakan signifikan juga terjadi pada rencana perpanjangan jalur MRT East-West Line menuju wilayah Kabupaten Tangerang (Kembangan–Balaraja). MRT Jakarta dalam waktu dekat dijadwalkan menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan tujuh pengembang properti swasta.

Skema kolaborasi tersebut dirancang untuk mendorong pendanaan berbasis developer contribution. Perpanjangan ke arah Balaraja ini diproyeksikan memiliki bentang lintasan layang (elevated) sepanjang 29,9 kilometer, melayani 14 stasiun, serta dilengkapi satu depo operasional.

Langkah sinergi antara pemerintah dan sektor swasta ini diharapkan dapat mengakselerasi penyediaan Moda Raya Terpadu yang terintegrasi di kawasan megapolitan Jabodetabek.

 

Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *